Selasa, 19 Mei 2009

RESUME PERTEMUAN 1 (SENIN, 18 APRIL 2009)

1. ASUMSI PERANAN PENGANALISIS SISTEM

Topik yang dibahas :
1. Sistem informasi
2. Fase analisa dan perancangan
3. Perbaikan sistem

Suatu sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang salingberhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan/untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.”

Informasi adalah data yang telah diolah sedemikian rupa sehingga memudahkan pengguna informasi tersebut dalam mengambil keputusan. Informasi merupakan salah satu sumber organisasi yang harus diatur dengan baik seperti sumber dayya yang lainnya. Dalam memperoleh informasi dibutuhkan pengorbanan atau biaya. Untuk mendapatkan keuntungan potensial dari informasi, proses informasi harus diatur.

Delapan kategori sistem informasi
 Transaction processing systems (TPS)
 Office automation systems (OAS)
 Knowledge work systems (KWS)
 Management information systems (MIS)
 Decision support systems (DSS)
 Expert systems (ES)
 Group decision support systems (GDSS)
 Executive support systems (EES)

A. Sistem Informasi
1. Informasi adalah sebuah sumber organisasi dimana harus diatur secara baik seperti sumber daya lainnya.
2. Biaya dihubungkan dengan proses informasi
3. Proses informasi harus diatur untuk mendpatkan keunggulan potensial informasi
B. Kategori
Delapan kategori Sistem Informasi
- Transaction processing systems (TPS)
- Office automation systems (OAS)
- Knowledge work systems (KWS)
- Management information systems (MIS)
- Decision support systems (DSS)
- Expert systems (ES)
- Group decision support systems (GDSS)
- Executive support systems (EES)
C. Teknologi Baru
Teknologi Baru Diintegrasikan dengan system tradisonal
- Ecommerce menggunakan Web untuk melakukan aktifitas bisnis
- Enterprise Resource Planning (ERP) mengintegrasikan banyak sistem informasi yang berbeda dalam suatu perusahaan
- Peralatan Wireless and handheld , termasuk mobile commerce (mcommerce)
- Open source software
D. Keuntungan Menggunakan WEB
- Meningkatkan kepedulian terhadap ketersediaan layanan, produk, orang atau group
- 24 jam akses users
- Disain interface standard
- Menciptakan sistem global
E. Anallisis dan Perancangan
Analisa dan perancangan sistem adalah sebuah pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi masalah, kesempatan, tujuan; analisa aliran informasi organisasi; dan merancang sistem informasi terkomputer untuk menyelesaikan sebuah masalah
F. Analisis Sistem
1. Analisis Sistem berfungsi sebagai
a. Konsultan bisnis
b. Men-support para expert dalam bisnis
c. Agen Perubahan
2. Analis Sistem adalah problem solvers, dan membutuhkan keahlian komunikasi
3. Analis Sistem harus beretika dengan user dan konsumen
G. Siklus Hidup Pengembangan Sistem
- Siklus Hidup pengembangan sistem adalah sebuah pendekatan sistem untuk menyelesaikan masalah bisnis
- Terdiri dari 7 fase
- Setiap fase mempunyai aktifitas unik
H. Fase
1. Fase 1
- Pengenalan
a. Masalah
b. Kesempatan
c. Tujuan
- Keterlibatan personal
a. Analis Sistem
b. Manajemen user
c. Manajemen sistem
2. Fase 2
- Menentukan kebutuhan informasi
a. Interview manajemen, operasi dan personal
b. Mengumulkan dokumen sistem / operasi
c. Menggunakan quesioner
d. Mengamati sistem dan keterlibatan personal
e. Mengunakan pertanyaan who, what, where, when, how, dan why
- Keterlibatan Personal
a. Analis sistem
b. Manajemen user
c. Pekerja operasi
d. Manajemen sistem
3. Fase 3
- Analisis Kebutuhan Sistem
a. Membuat data flow diagrams
b. Dokumen prosedur logik untuk proses data flow diagram
c. Melengkapi Kamus data / data dictionary
d. Membuat keputusan semistruktur
e. Mempersiapkan dan mempresentasikan proposal sistem
f. Merekomendasikan solusi optimal ke manajemen
- Keterlibatan Personal
a. Analis sistem
b. Manajemen user
c. Manajemen sistem
4. Fase 4
- Merancang system yang direkomendasikan
a. Melakukan disain user interface
 Disain output
 Disain input
b. Disain control sistem
c. Disain file dan atau database
d. Menghasilkan spesifikasi program
e. Menhasilkan tabel atau pohon keputusan
- Personnel involved
a. Analyst
b. System designer
c. User management
d. User operations workers
e. Systems management

5. Fase 5
- Mengembangkan dan Mendokumentasikan program
a. Disain program komputer menggunakan structure charts, Nassi-Schneiderman charts, and pseudocode
b. Pembuatan disain program
c. Pembuatan program komputer
d. Dokumentasi software dengan help files, procedure manuals, dan Web sites dengan Frequently Asked Questions
- Keterlibatan Personal
a. Analis Sistem
b. Disainer sistem
c. Programmers
d. Manajemen sistem
6. Fase 6
- Testing dan Implementasi
a. Test and debug program komputer
b. Test sistem komputer
c. Peningkatan sistem
- Keterlibatan Personal
a. Analis Sistem
b. Disainer Sistem
c. Programer
d. Manajemen Sistem
7. Fase 7
- Implementasi dan evaluasi system
a. Konversi Rencana
b. Pelatihan user
c. Pembelian dan installasi perangkat baru
d. Meng-Convert files
e. Installasi sistem
f. Melakukan Review and evaluasi sistem

- Ketelibatan Personal
a. Analis sistem
b. Disainer sistem
c. Programmer
d. Manajemen user
e. Pekerja operasi
f. Manajemen sistem

I. Rapid Application Development
Rapid Application development (RAD) adalah pendekatan orientasi objek untuk pengembangan sistem

J. Maintenance system
Maintenance sistem adalah
a. Menghilangkan error yang tidak terdeteksi, dan
b. Meningkatkan software yang ada
Waktu yang dihabiskan pada maintenance biasanya berkisar 48-60 persen dari waktu total

K. Peningkatan Sistem
Sistem yang ditingkatkan dengan alasan berikut :
a. Menambah fitur tambahan pada sistem
b. Kebutuhan Bisnis dan pemerintah berubah setiap waktu
c. Teknologi, hardware, dan software berubah sangat cepat


L. Tool CASE
a. Tool CASE adalah otomatis, paket software secara microcomputer untuk analisa dan disain sistem
b. Empat alasan untuk penggunaan tool CASE adalah:
- Untuk meningkatkan produktifitas analis sistem
- Perantara komunikasi antara analis dan user
- Menyiapkan kontinuitas diantara fase siklus hidup
- Untuk mengetahui pengaruh dari maintenance

M. Kategori Tool CASE
1. Tool CASE dibagi menjadi beberapa kategori :
a. Upper CASE (disebut juga front-end CASE) digunakan untuk melakukan analisa dan disain
b. Lower CASE (disebut juga back-end CASE). Tool ini men-generate kode sumber bahasa program dari disain CASE

2. Integrated CASE, Melakukan fungsi upper and lower CASE

2. lover-k32.blogspot.com

3. Fase-fase

Sistem Pengelolaan Persediaan Barang Dagangan Pada Toko Berkah Soeramanda Ciputat
A. Fase 1

1. PENGENALAN
a. Masalah
Masalah yang ada pada Toko tersebut adalah pencatatan persediaan barang dagangan yang dimiliki masih menggunakan sistem pencatatan manual, belum menggunakan computer. Hal tersebut mengakibatkan pada saat data persediaan barang dagangan dibutuhkan akan diperoleh dalam waktu yang relative lama karena harus dicari dalam berkas-berkas kertas yang jumlahnya sangat banyak.

b. Kesempatan
Menilik masalah yang ada dalam perusahaan tersebut, maka sebuah Sistem Pengelolaan persediaan barang dagangan akan sangat membantu manajemen dalam mengelola Toko tersebut.

c. Tujuan
Tujuan dari Sistem Pengelolaan Persediaan Barang Dagangan ini adalah untuk memudahkan manajemen dalam mengelola Toko terutama dalam pengelolaan persediaan barang dagangan, sehingga pada saat dibutuhkan sebuah laporan mengenai persediaan barang dagangan dapat diperoleh dengan waktu yang relative singkat. Hal tersebut pada akhirnya memudahkan manajemen dalam mengambil keputusan.

2. KETERLIBATAN PERSONAL
a. Analis sistem
Analis sistem dalam hal ini adalah Tahap awal melakukan survey terhadap keinginan Pemilik toko dan menjelaskan sistem Pengelolaan Persediaan Barang Dagangan yang ideal. Ideal disini merupakan konsep daripada kenyataan, artinya bahwa tidak ada sistem yang ideal tetapi bersifat subyektif saja.
b. Manajemen user
Di dalam Toko ini yang memimpin adalah pemilik tokonya, dimana bisa memudahkan dia untuk memantau kegiatan langsung pada tokonya tersebut
c. Manajemen system
Manajemen system yang di lakukan toko ini masih bersifat manual

B. Fase 2
1. Membutuhkan Kebutuhan Informasi
a. Interview manajemen, operasi dan personal
Kita dalam melakukan penelitian atau pembeutan tugas akhir yang pertama kita lakukan adalah mengiterviw pemilik took, bagian operasional atau karyawan took tersebut, untuk meminta data data untuk memudahkan kita dalam penuliasa Tugas Akhir kita.
b. Mengumpulkan dokumen system/operasi
Setelah kita mengiterview manajemen, bagian operasional ataupun karyawannya, kita harus mengupulkan informasi itu menjadi suatu dokumen yang bisa kita pakai dalam penulisan tugas akhir.
c. Menggunakan questioner
Dalam mencari informasi kita harus memberikan pertanyaan-pertanyaan yang kita butuhkan
d. Mengamati system dan keterlibatan personal
Mengamati seitiap personal yang telibat dalam pengumpulan tugas akhir
e. Mengguakan pertanyaan who, what, where, when, how, dan why
Dalam pengumpulan data kita harus jelas apa yang di kerjakan dalam toko tersebut, siapa aja yang terlibat dalam toko itu.

2. Keterlibatan personal
a. Analisis Sistem
Analis sistem dalam hal ini adalah Tahap awal melakukan survey terhadap keinginan Pemilik toko dan menjelaskan sistem Pengelolaan Persediaan Barang Dagangan yang ideal. Ideal disini merupakan konsep daripada kenyataan, artinya bahwa tidak ada sistem yang ideal tetapi bersifat subyektif saja.
b. Manajemen User
Di dalam Toko ini yang memimpin adalah pemilik tokonya, dimana bisa memudahkan dia untuk memantau kegiatan langsung pada tokonya tersebut
c. Pekerja Operasi
Pekerja operasi masih mengguanakan tenaga yang berada di sekitar toko.
d. Manajemen Sistem
Manajemen system yang di lakukan toko ini masih bersifat manual